Ragam Budaya Jember

       " RAGAM BUDAYA DAERAH JEMBER "

                Penerima Anugerah Kebudayaan Kategori Pemerintah Daerah 2016. Jember memang kaya. Bukan hanya wisata dan makanan,  juga dari seni budayanya, seperti yang sudah ditampilkan dalam Festival Pandalungan Jember 2016. Sejumlah atraksi menarik dari musik, seni dan budaya yang ditampilkan tumplek blek di Alun-Alunu Jember ini mampu menghebohkan masyarakat bahwa Jember kaya akan segala hal.
                   Pemerintah Jember saat ini sedang menggenjot kunjungan wisata, baik dari turis mancanegara maupun turis domestik. Maka, pemerintah setempat sedang menjadikan Jember sebagai ikon destinasi Jawa Timur dengan wisata budayanya. Apalagi setelah Jember Fashion Carnaval (JFC) digelar setiap tahun, nama Jember seketika melambung sampai ke pelosok dunia. Sejak Agustus 2007, Jember telah memiliki program tahunan yang disebut dengan Bulan Berkunjung Ke Jember.



                Meski Jember tidak memiliki budaya asli, akan tetapi justru budaya kombinasi antara budaya Madura dan Jawa ini akan menjadikan Jember memiliki keunikan tersendiri. Jember justru dianggap sebagai Indonesia mini, memunculkan sesuatu yang unik. Festival Pandalungan 2016 telah menjadi bukti bahwa Jember memang memiliki kekayaan seni dan budaya. Kekhasan kota Jember akan ditunjukkan dengan digalakkannya produksi Ublang,  perpaduan antara udeng dan blangkon. Udeng merupakan kekhasan ikat kepala Madura, dan blangkon adalah penutup kepala asal Jawa.
                Pandalungan adalah asimilasi antara budaya Jawa dan Madura. Asimilasi ini membentuk suatu komunitas yang terbesar di pesisir pantai utara Jawa Timur dan sebagian pesisir selatan Jawa Timur bagian timur. Pengaruh terbesar komunitas Pandalungan adalah budaya Madura dan Islam, dengan bahasa sehari-hari menggunakan bahasa Madua. Kesenian yang tumbuh dan berkembang di wilayah ini bercorak Mataraman dan sekaligus Pandalungan dengan karakter dasar nilai Islam yang sangat kuat dalam berbagai corak kesenian rakyatnya.
                Beberapa tahun terakhir memang terjadi lonjakan kunjungan wisata ke Jember, dan melambungkan nama Jember sehingga menjadi perhatian nasional bahkan dunia. Penyebabnya adalah digelarnya berbagai acara baik tingkat daerah, nasional maupun internasional, seperti: (1) Jember Fashion Carnaval (JFC), setiap tahun sejak tahun 2001;
(2) Festival Egrang Ledok Ombo Jember, dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2010;
(3) Festival Budaya Pesisir Selatan (dilaksanakan bergilir tiap tahun di kota yang berbeda, tahun 2014 giliran Jember yang menjadi tuan rumah); dan
(4) Festival Kuliner.
      Kuliner adalah bagian tidak terpisahkan dari pengembangan industri pariwisata di Jember. Tiap tahunnya diadakan Festival Kuliner untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
Jember memiliki masakan khas, yaitu .》Bakso kabut
》Bakso sukir
》Pecel gudeg
》Pecel pincuk garahan
   Dengan aneka minuman seperti:
》Wedang cor dan
》Kopi kelapa.
   Oleh-oleh sebagai buah tangan juga tersedia, seperti:
》Suwar-suwir
》Prol tape
》Pia tape
》Brownies tape, dan
》Dodol tape.
   *Al Baitul Amien* (Masjid Tujuh Kubah dengan biaya Gabah)
    Di era tahun1970-an, Masjid Jakim Al Baitul Amien merupakan sebuah bangunan yang dinilai paling fenomenal dan monumental. Masjid ini terletak di sebelah barat alun-alun. Dengan bentuk arsitektur menyerupai tempurung kelapa, masjid ini dibangun di masa Bupati Abdul Hadi, sekitar tahun 1970-an.

    Demikian artikel tentang Ragam Budaya Daerah Jember. Jika ada kata atau kalimat yang salah mohon dimaklumi. Terima Kasih.


Nama       : Riska Ardiana
Kelas        : X OTKP 3
Absen       : 13


Sumber : https://googleweblight.com/i?u=https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditwdb/kabupaten-jember/&hl=id-ID

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Norma dan Kaidah kearsipan

Tahap Produksi Video